I supposed to be in class (right now)

I am retarted, I mean more like handicapped, when it comes to few last weeks of classes. It’s not like I wanted it to be or do it purposely. I just love to miss classes when it comes to 2 or 3 weeks before exams. To be honest, I don’t feel guilty by betraying manifesto that I always do in early each semester :-? . Yup, like we usually do with over-confident statement like “I-will-not-miss-class-this-semester manifesto“. But it always fade away, after pile of assignments and pile of tests…and then it doesn’t matter anymore. And I am happy, because I’m not gonna fail any subject this semester. Again, over-confident statement, but this time it’s carefully evaluated. :lol:

What I’m trying to accomplish is just stay with my current mood. Ups, I also have another presentation coming up next week and that I will give my best on. Other than that, I’m just looking-around-fooling-around with myself.

Actually I have pretty heavy topic to write for my blog today, but my lack of confidence put me in a state which I decided to do research before I present it to the readers.

One question though….why is it important in Indonesia to notice someone’s religion/belief, especially by asking someone who has nothing to do with it?

…………….

………….

……

Curhat aja deh…tanggung.

few days ago, di tempat kerja cew gw di Jkt. Sebuat accounting firm yang didominasi oleh orang “kita” (sarcasm) atau lebih tepatnya orang Muslim. Cew gw sendiri Catholic Chinese. Dari sekelumit percakapan:

si A: Cow loe agama apa, Ver?

cew gw: Islam

si A: Ga pengen sholat bareng, Ver?

cew gw: ……………………..(terdiam..tercengang)

Selama 6 tahun pacaran, bukan pertama kali ini aja orang lain bersetubuh dengan keyakinan kami dan berusaha untuk intervensi-kasat-mata di dalamnya. Kadang ada yang kasar dan kadang ada yg lembut. Dan to be honest, gw dan doi sama sekali ga suka. Bukan apa, for me myself, Islam adalah background moral dan nilai-nilai kehidupan, walau gw bukan a Muslim practical. Dan doi adalah seorang observant Catholic yang ke gereja setiap minggu dan berdoa setiap hari (untuk illustrasi). Komitmen kami buat menjalani keyakinan masing2 selalu berjalan baik. Mungkin naif kalau kami berpikir orang lain tidak akan bertanya-tanya tentang keyakinan kami yang berbeda. Pertanyaan yang masih bisa gw tolerir biasanya seperti:

“lho, beda agama ga susah?”

“Kalian sudah serius dengan menjalani perbedaan agama ini?”

“Ntar gimana nikahnya ?”

Ini pertanyaan yang biasa gw dan doi akan jawab klise “kita masih blom tau mau gimana, masih lama kok ngorom undangannya” hohoho. And it’s true. long way ahead. Tapi, gw dan doi ga bisa terima dan sama sekali muak dengan statement aneh , seperti:

“ga pengen coba masuk Islam, Ver?”

“ga pengen sholat bareng, Ver?”

“Semua agama itu sama kok, Ger.” ==> translate masuk Katolik jg gpp.

“ga takut dosa, Ger?”

Ignorant dan sama sekali tidak memiliki empati. Apakah beragama itu menjadikan suatu agama itu eksklusif dan memberi hak bagi orang untuk seenaknya mengisyaratkan pindah agama? I think God give us a lot of choices of religion for this kind of reason. Toleransi itu sudah langka, let alone menghargai.

Kembali ke cew gw yang ditembak dengan statement tak bertanggung jawab tersebut, kemudian sms ke gw tentang arogansi co-worker nya. Gw sms balik..

“bilang aja kalo si gerry juga ga mau disuruh doa rosario bareng. Jadi impas deh.”

Awalnya gw dulu ga ngerti kenapa manusia itu cenderung terkotak-kotak dalam kumpulan sosial, entah itu sama agama atau sama ras. Mungkin ini sebabnya

Letih…. :roll:

October 20, 2008 Post Under Daily Life Crap, In my mind - Read More

4 Responses to “I supposed to be in class (right now)”

  1. Ahh kirain siapa bikin komen, ternyata bung gerry sudah kembali lagi hehehe. makasi dah mampir ya ger.

    Ehm… mengenai masalah yang ada di postingan ini ya saya akan coba menjawabnya, ga semua orang di Indonesia itu memiliki pandangan moderat tentang agama, ini karena walaupun Indonesia menjunjung tinggi pluralisme, bangsa ini tidak begitu terbuka pada kenyataaan keyakinan itu bisa berbentuk apa saja, dan hubungan antara Tuhan dan manusia itu adalah hubungan yang sakral dan bersifat pribadi.

    Kenapa masyarakat pada umumnya tidak mudah terbuka pada pandangan2 moderat ini? simpel, karena kita telah menjalani banyak pembodohan, dan sifat kita yang tertutup sehingga nilai2 yang tidak sesuai dianggap sebagai tabu dan tidak “Indonesia”.

    Lalu apa hukumnya bagi orang2 yang seperti itu? yang menerima nilai2 moderat atau hampir liberal? mereka dicap sebagai pengkhianat nilai2 bangsa, pengkhianat pancasila, dan siapakah pengkhianat nilai2 pancasila yang paling utama? kaum komunis dan neo liberalis.

    well anyway, I hope for the best for you and your girlfriend ger, and to hell with people perception, we live for ourselves not for others, yang penting kita bertanggung jawab aja atas semua yang kita lakukan…

    well nuff said, welcome back to the blogosphere ger hehe :D

  2. anak medan says:

    agama itu pilihan Ger… beberapa temen gue kawin di aussie… *kayaknya dah tau deh mat! (JLEBB!)

    anyway… gue jg baru tau loe laen agama ama ce loe… Say what ? kalau gue bilang see, cuekin ajah… Tapi kalau udah ngomong masalah pendapat ortu, ortu mana coba yang setubuh ?

    Tetep dibawa doa aja yo… Biar yayang loe gue temenin Novena…

    *halah…

  3. yuki tobing says:

    Halo ger, lama juga gak mampir ke sini, heheh. same here, gw baru mengambil keputusan yang sangat besar, mau bolos besok pas group discussion, entah kenapa mood belajar lagi hilang padahal baru masuk minggu ke-3 kuliah.

    Soal agama itu, ah sudahlah, gw juga suka ditanya2 begitu kok, padahal gw gak beda jauh2 amat loh, protestan-katolik, haha. Dan lagi2 sama kayak lo, gw juga uda pacaran 6 tahun, jadi yaah sudah sama capeknya ditanya2 begitu. :D Hope the best for both of you.

    Ngomong2 lo bukannya di Malay yah?

  4. ivy says:

    hahaha…
    sabar ger….
    gw yg ngeliat elo b2 dr awal ( sok pengamat gt gw.. >,< )
    kek na waktu 6th sendiri uda jadi jawabn buat semua pertyan org ke elo n vera d…
    stupid question tuh! pengen doa bareng? ga munah pasti pnrh terpirik dong sama lo b2..tp tohh byk jalan menuju Roma kn?
    Agama kn cuma jalan… toh ujung2 na sama2 k sono… Bukti na uda 6 th lo jalan dgn jalan yg beda tetap ktemu kn? rite?

    ciayooo broo….
    biasa..emang banyak orang2 usil kek gt… ^^

Leave a Reply