Adam Air Side Story: Tanggung jawab itu dilempar-lempar.
Hari berlalu seperti biasa dan ga ada istimewa-istimewanya dan kebetulan lagi senggang gw buka Wikipedia Current Events, berita dunia online [better than any other online news, especially in general]. Berita disini bisa macam-macam, dari perang, pergantian pemimpin, bencana, penemuan, dll. Tapi hari ini tumben-tumbennya ada Indonesia yang dibahas di tanggal 27 January 2007. Judulnya begini:
“An argument has erupted between Adam Air and the Indonesian government over who bears the cost of recovering the black box of the crashed plane Adam Air Flight 57″
Sumbernya ternyata diambil dari Monstersandcritics.com [versi lengkap berita dapat dilihat di-sini. Intinya pemerintah Indonesia dan pihakAdam Air masih belum bisa mengangkat kotak hitam di dasar laut yang sudah teridentifikasi keberadaannya, karna kedua pihak sama-sama tidak memiliki dana dan mengharapkan pihak yang satu lagi untuk menanggung biaya operational cost untuk mengangkat kotak hitam tsb.
Aneh memang…disaat keluarga korban dan Indonesia sedang berduka atas kecelakaan pesawat Adam Air dan sedikit banyak berharap penjelasan atas penyebabnya, kok bisa-bisanya Adam Air dan (terutama) pemerintah berdebat atas masalah dana. Kadang gw bingung ngeliat Indonesia ini, sensitivitas yang kurang dan otak juga ga dipake? Masalah dana memang klasik, tapi rasanya ga perlu digembar-gemborkan kalo si ini ga punya duit ato si anu kekurangan dana. Rasanya pembahasan internal lebih tepat dan sedikit melegakan masyarakat skrg yg sudah krisis kepercayaan. Ini sekarang kesannya seperti Adam Air merasa cukup dengan membayar 500 juta kepada masing-masing keluarga korban sehingga “sekarang giliran loe, pemerintah..!!duit gw dah banyak kepake nih..”. Sedangkan pemerintah Indonesia seharusnya bertindak lebih dewasa, perbanyak aksi daripada konferensi pers yang ga berguna.
Seharusnya kita malu dengan negara-negara yang sudah mencoba membantu, USS Mary Sears milik Amerika terutama yang sudah menemukan lokasi kotak hitam yang ada di dasar laut. Incapability dan under-developed technology Indonesia seharusnya didukung oleh attitude yang positif, respon cepat dan bertanggung jawab.
With all the respect. the writing is not to criticize but to show how ironic it might seen.
Shout to Wall RSS Feed