Obedience of time [Part 1]

sandClock

years and years
fire, fire, blaze
rain and flushed
apparent dust

unto my spine, I counted 5
but my skin said unwise
lol it was biased
apparent I hail, “Nice”

Jaw shatter
Glance on my shadowly brother
“Why those man betray their father”
Since, it is my folklore

I sing the song of raven
Recall deep memory
Mesmerize by wind blows
Breath underneath my skin
Switch the moon
Sway the light
Dream the day
Paint the night

Late
Fate
Said
Late
Late….


G 22102009

October 22, 2009 Posted Under: Poem and Quote   Read More

Update males-malesan

Gw banget, ngapdet sebulan sekali…percuma beli hostingan sampe 2 tahun lol. But wait, alasannya cukup bagus kok. UJIAN!! hehe dan ujiannya udah selesai bulan lalu. Thanks to everything, semua ujiannya berjalan lancar dan semester ini lewat semua. Kelihatannya kemampuan gw beradaptasi disini cukup lumayan, walau masih homesick and stuff. Paling ga makan ga susah, tidur ga susah, ke belakang apalagi. Lancaarrr..

Last month pergi ke Sidney dan Goldcoast bareng beberapa teman2 lainnya, sebenarnya banyak sih yang mau ditulis tentang tripnya, tapi…males…banyak banget soalnya. Maybe next time.

Sekarang lagi menikmati liburan yg tinggal kurang lebih 1 stengah minggu lagi, trus ga bisa nyantai lagi karna Summer School dah mo mulai. Liburan tulen, alias makan-tidur-baca-komik-maen-game-ke-WC-ga-mandi.

But Life is Good lately. Kenalan banyak orang baru (banyak banget dalam 1 bulan ini), with few unique characteristics. Just like I need.

Oh ya…I did fes tasks that related to my Believe…wish I could share it with someone, but maybe someday..

December 25, 2008 Posted Under: Uncategorized   Read More

A sandbox called US Presidential Election 2008

less than 48 hours, USA will face the most anticipated election in their political history. Not only for the American themselves, but also for the rest of the world (oh really?). But as near as it is to the D-Day, I started to raise a questions about the election itself:

Does it worth our attention?

US Presidential Election 2008 is supposedly not the world’s or Indonesia’s concern. It’s far more useful to keep an eye to Malaysian’s or at least Australian’s election, whom we involve more with. But the answer for some people might be simple: Barack Hussein Obama is just irresitible.

Barack Hussein Obama really is irresistible. I believe no less than 90% of people in Indonesia who follow the US Presidential Election 2008 will back up Obama in their pocket. And it is for various reasons, from he-was-a-kid-who-lived-in-Menteng until his background that likely to be more tolerance about others (this probably toward extremist, minorities or any others wish-so kinda thing).

I personally favor Barack Obama to win the election, because I like the steadiness of his temperament (oh boy, u need this if you wanna run for an election in the US…all those attack-ads) and the judicious quality of his decision-making. Instead of Hillary Clinton, Obama put Joe Biden as a running-mate to cover his lack of foreign policy experience…that’s what I call judicious. That’s what people wanna see from their future president.

But back to the main topic; does it worthy for us to back ANYONE (in this case try Obama) in the US election? The answer is more likely to be NO. And I do realize it long before it comes to this.

It’s true he is black (minority)

It’s true he spent some times in Indonesia.

It is also true that his heritage could be traced all around the globe (Kenya, Indonesia, Hawai, etc).

And he does act like an Average Joe (US term for middle-class citizen)

What’s not true?

It’s not true; he shares same values with the rest of the world

It’s not true; Indonesia may have advantage over his candidacy (no way)

And he is not a messiah or a prophet that will bring all the humankind to the Promised Land.

What am I thinking then? Honestly, I’ll give an illustration…

SandBox

The way I’m looking at US Presidential Election 2008 is like playing in Sandbox. I wanna build a castle right? But I’m bored with an ordinary castle. So I would like to see what happened if I put this in that and put that in this. … by the end of the day, my castle might only be a pile of dirty sands or a majestic castle. And still it doesn’t matter…only made of sands. Experimenting with new stuff and that is exactly what makes Obama special -just like his slogan- The Change We Need. They must be thinking real hard to come up with this slogan…salute to the campaign team. Psychological catchphrase.

US Presidential Election 2008 is not worth for us to be excited about, but we might learn a lesson or two. In the other hand, next year udah Pemilu and I have no slightest idea whatsoever about Indonesian political and leadership figure.Any clue?


November 4, 2008 Posted Under: Interesting Things, People   Read More

Penjahat bersenjatakan kelamin bertameng agama


Pemuka agama pemuka umat,

mungkin khotbah tiap hari kalo ga tiap jum’at,

orang bilang bagaikan juru selamat,

sayang pemuka umat demennya ma si upik anak pak Mamat.

———————————————————————————–

Pantun terkesan maksa diatas sedikit gambaran tentang orang yg dijadikan pedoman hidup, malah jadi biang kehancuran generasi muda. Si upik diatas kita anggap aja berumur sekitar 12 tahun. Itu seumuran dengan ade gw yg paling kecil.

12 tahunnn!!!!, sodara-sodara…bayangkan, jika ada orang berumur 40 – 50 tahun datang ke rumah sodara dan ingin melamar anak anda. Bayangkan orang itu adalah pemuka agama yang bisa ngasi pengajian di mesjid dekat rumah. Bayangkan jika orang itu adalah orang yang kita anggap baik, soleh dan panutan masyarakat. Dan bayangkan lagi jika sang pemuka agama itu juga sudah beristri. Kesimpulannya: seorang tokoh masyarakat datang ke rumah kita buat menikahi anak/adik/cucu kita yang berumur 12 tahun dan dijadikan istri ke-2. WTF!!

Pertanyaan: Apakah perkawinan antara sang bapak pemuka agama dan sang anak bisa terjadi?

Secara hukum tidak, karna tertulis jelas di pasal 7 (1) UU Perkawinan tahun 1974:

(1). Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.

tapi bisa jadi saja malah dikabulkan karena pasal 7 (2) menyatakan

(2). Dalam hal penyimpangan terhadap ayat (1) pasal ini dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan atau Pejabat lain yang ditunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita.

Di kasus yang satu ini apapun bisa terjadi terutama kalo tidak ada hukum yang jelas tentang perlindungan terhadap anak, gw sendiri jg tidak bisa menemukan pasal apa dan bagaimana sang pemuka agama ini untuk ditindak (kalau ada tolong diletakkan beri komen sebagai revisi). What a shame.

In pscyhological term, sang pemuka agama bisa dikategorikan sebagai pedophilia. Pedophilia ini menurut Minddisorders.com dideskripsikan sebagai:

The focus of pedophilia is sexual activity with a child. Many courts interpret this reference to age to mean children under the age of 18. Most mental health professionals, however, confine the definition of pedophilia to sexual activity with prepubescent children, who are generally age 13 or younger. The term ephebophilia, derived from the Greek word for “youth,” is sometimes used to describe sexual interest in young people in the first stages of puberty.

Pedophilia ini, di negara Barat sana sangat diawasi dan siapa yang kedapatan sebagai seorang pedophilia maka selamanya mereka akan berada di dalam database pedophilia. Beberapa organisasi yang bergerak di bidang anti-pedophilia ini bahkan berhak memberikan informasi kepada lingkungan tempat tinggal sang pedo bahwa ada seorang pedo/mantan pedo yang tinggal di daerah mereka. Kadang ketika para pedo-pedo ini pindah rumah pun, data mereka tidak pernah hilang. That’s how serious a government to protect their children from any abusive “neighbour, janitor, teacher, etc”.

Meanwhile, di Indonesia kejadian seperti ini terjadi begitu saja. Sang pemuka agama dengan bangganya memakai agama sebagai tameng dan membandingkan dirinya dengan Nabi Besar Muhammad SAW. Bukan hanya itu pernikahan ini pun dilakukan secara siri, jadi perlindungan negara terhadap bentuk perkawinan ini akan sangat minim sekali. Sang anak yg berumur 12 tahun ini dinikahi, katanya akan dijadikan sebagai pipmpinan salah satu perusahaan. Great, si anak sudah dinikahi di bawah umur secara siri pula, nah sekarang masa depannya pun sudah ditentukan. What a fuckin joke!! Where are they:

  1. Where are the parents? Orang tuanya kok bisa menyetujui pernikahan aneh ini. Kalau ekonomi dijadikan alasan, kok bisa menggadaikan masa depan dan psikologis anak?
  2. Where are the law? Komisi Perlindungan Anak Indonesia harus cepat berdialog dengan pemuka agama edan ini. Jangan sampai sang anak berubah status menjadi seorang ibu, baru kemudian bertindak. Dan kalau ada pidananya, masukkan ke bui biar jadi contoh buat yang lain.
  3. Where are the scholar? MUI disaat seperti ini mungkin lebih baik mengenyampingkan fatwa larangan merokoknya dulu. Ada orang yg mempermalukan Islam seperti ini dan membandingkan tindakannya dengan tindakan Nabi Muhammad SAW itu sudah keterlaluan. Jaman udah beda, kesempatan setiap manusia sudah jauh terbuka dan perempuan tidak lagi cuma menjadi “pengikut” suami. Nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah pasti atas dasar kemanusiaan dan sosial, sesuai dengan jamannya. MUI buka mulut donk.
  4. Where are “nurani dan akal sehat”? Ini ditujukan buat sang pemuka agama.

Sedikit pertanyaan……jika sampai (semoga saja tidak) sang pemuka agama melakukan hubungan seksual terhadap sang anak berumur 12 tahun itu, apakah beliau ini akan bisa dijerat dengan tindak pidana? Kalau tidak, we are damned!!

Sebagai pembanding di negara barat (terutama di US) ada istilah statutory rape, dimana melakukan hubungan seksual terhadap anak dibawah umur (walau suka sama suka) akan dikategorikan sebagai pemerkosaan dan itu jelas pidana.

Problem resolved……….kebetulan dalam beberapa jam setelah publish tulisan ini, permasalahannya diselesaikan oleh KomNas Anak. Good deed

October 28, 2008 Posted Under: Interesting Things   Read More

Dunia sudah gila

Ngantuk dan mo mampus, tapi ga mau bobo. Mo ngelantur ga mau cape (ngelantur jg pake tenaga bozz..). Daripada goblok, mendingan buka detik.com dengan berita-berita yang (dulunya) bermutu. Gimana ga “dulunya”, detik.com skrg lebih banyak diwarnai oleh berita-berita tolol dan ga penting. Terutama pas kasusnya Ryan. Bagi yg ga tau, Ryan itu serial-killer who happened to be gay. Lumayan jg sih Indo, udah ada serial-killer baru. :lol: . Nah berita Ryan ini saking meledaknya, detik.com mulai publish berita-berita ga penting dengan headline yg kadang tolol. Contoh headline: “Ryan tidak mau cuci baju sendiri”, atau “Ryan kagum dengan Habib Rizieq”…walahhh ini media harusnya mbok dibuat yg serius, bukannya jadi dolanan. Editornya harus digeplak nih.

But still, ada beberapa berita yang saking bego jadi malah lucu. Barusan ada 2 berita yang bikin gw ngakak abis:

1. Masi ingat Sumanto kanibal? Nah…skrg si “penikmat segala” :evil: ini sedang menjadi pengamat seni dan didaulat sebagai pembuka acara pameran lukisan. Seni dan ketidakwarasan kok sepertinya dipaksa sejalan? Baca cerita selengkapnya disini.

2. Seorang kakek 70 tahun bertindak tidak senonoh kepada seekor sapi betina. Sebagai penetralisir, sang kakek dan sang sapi dibuang ke tengah laut. Yg si kakek cuma dibuang bajunya aja, sedangkan si sapi ditenggelamkan ke laut. Ibarat pengadilan, ini malah sang korban yang dijatuhi hukuman. ….but….kok bisa sih ma sapi? trus si sapi kok bisa diem aja? Lihat fotonya disini.Meski gw kasihan ma sapinya, tetap aja ngakak ga keruan2 :lol: .

ehh…btw gw udah ngantuk lg dink…cabs dolo…zzzzz duniaa ueewwdannn…..

October 21, 2008 Posted Under: Daily Life Crap, Interesting Things, Internet   Read More

I supposed to be in class (right now)

I am retarted, I mean more like handicapped, when it comes to few last weeks of classes. It’s not like I wanted it to be or do it purposely. I just love to miss classes when it comes to 2 or 3 weeks before exams. To be honest, I don’t feel guilty by betraying manifesto that I always do in early each semester :-? . Yup, like we usually do with over-confident statement like “I-will-not-miss-class-this-semester manifesto“. But it always fade away, after pile of assignments and pile of tests…and then it doesn’t matter anymore. And I am happy, because I’m not gonna fail any subject this semester. Again, over-confident statement, but this time it’s carefully evaluated. :lol:

What I’m trying to accomplish is just stay with my current mood. Ups, I also have another presentation coming up next week and that I will give my best on. Other than that, I’m just looking-around-fooling-around with myself.

Actually I have pretty heavy topic to write for my blog today, but my lack of confidence put me in a state which I decided to do research before I present it to the readers.

One question though….why is it important in Indonesia to notice someone’s religion/belief, especially by asking someone who has nothing to do with it?

…………….

………….

……

Curhat aja deh…tanggung.

few days ago, di tempat kerja cew gw di Jkt. Sebuat accounting firm yang didominasi oleh orang “kita” (sarcasm) atau lebih tepatnya orang Muslim. Cew gw sendiri Catholic Chinese. Dari sekelumit percakapan:

si A: Cow loe agama apa, Ver?

cew gw: Islam

si A: Ga pengen sholat bareng, Ver?

cew gw: ……………………..(terdiam..tercengang)

Selama 6 tahun pacaran, bukan pertama kali ini aja orang lain bersetubuh dengan keyakinan kami dan berusaha untuk intervensi-kasat-mata di dalamnya. Kadang ada yang kasar dan kadang ada yg lembut. Dan to be honest, gw dan doi sama sekali ga suka. Bukan apa, for me myself, Islam adalah background moral dan nilai-nilai kehidupan, walau gw bukan a Muslim practical. Dan doi adalah seorang observant Catholic yang ke gereja setiap minggu dan berdoa setiap hari (untuk illustrasi). Komitmen kami buat menjalani keyakinan masing2 selalu berjalan baik. Mungkin naif kalau kami berpikir orang lain tidak akan bertanya-tanya tentang keyakinan kami yang berbeda. Pertanyaan yang masih bisa gw tolerir biasanya seperti:

“lho, beda agama ga susah?”

“Kalian sudah serius dengan menjalani perbedaan agama ini?”

“Ntar gimana nikahnya ?”

Ini pertanyaan yang biasa gw dan doi akan jawab klise “kita masih blom tau mau gimana, masih lama kok ngorom undangannya” hohoho. And it’s true. long way ahead. Tapi, gw dan doi ga bisa terima dan sama sekali muak dengan statement aneh , seperti:

“ga pengen coba masuk Islam, Ver?”

“ga pengen sholat bareng, Ver?”

“Semua agama itu sama kok, Ger.” ==> translate masuk Katolik jg gpp.

“ga takut dosa, Ger?”

Ignorant dan sama sekali tidak memiliki empati. Apakah beragama itu menjadikan suatu agama itu eksklusif dan memberi hak bagi orang untuk seenaknya mengisyaratkan pindah agama? I think God give us a lot of choices of religion for this kind of reason. Toleransi itu sudah langka, let alone menghargai.

Kembali ke cew gw yang ditembak dengan statement tak bertanggung jawab tersebut, kemudian sms ke gw tentang arogansi co-worker nya. Gw sms balik..

“bilang aja kalo si gerry juga ga mau disuruh doa rosario bareng. Jadi impas deh.”

Awalnya gw dulu ga ngerti kenapa manusia itu cenderung terkotak-kotak dalam kumpulan sosial, entah itu sama agama atau sama ras. Mungkin ini sebabnya

Letih…. :roll:

October 20, 2008 Posted Under: Daily Life Crap, In my mind   Read More

Children of Light, Crusader of Might

Silent the song of my father

Begone me the light bearer

A key master to sky undermine clearer

A seed, a fairy

nor killer

……………………….

Up to my cradle, my mother

Embarking to the guide of twin watchtower

my fate, my pligrim, a believer

unto the light of fire

………………………………………..

Two side

Lone fight

I Might

I Might

I Might

……………………………


NB: A serenity under night, a serenity under light. Thou choose.

October 17, 2008 Posted Under: Poem and Quote   Read More

Mobil Nasional GEA. Akankah..?

Mobil GEA. Foto: Wakito A/ detik.com

Mobil GEA. Foto: Wakito A/ detik.com

Dulunya Indonesia pernah memiliki mobil nasional yang bisa dibangggakan, seperti Timor, Bimantara, Cakra dan terakhir Kancil. Beberapa waktu belakangan Indonesia bakal memiliki satu lagi mobil nasional dengan kode nama GEA. Konsep mobil ini bisa disamakan dengan konsep citycar lainnya yang sudah lebih dulu ada di pasaran, seperti Swift, Jazz, Yaris, dll. Intinya mobil ini didesain untuk pemakaian dalam kota yg padat, bermesin kekuatan menengah dan diusahakan dalam shape yang mungil. Dikembangkan oleh PT. INKA Madiun yang lebih dikenal dalam pembangunan gerbong kereta api. Sebelumnya mobil Kancil yang sempat heboh juga masih dalam kontribusi PT. INKA Madiun. Sayang sekali mobil Kancil yang tadinya diproyeksikan sebagai pengganti bajaj ini malah gagal di pasaran.

Fakta tentang mobil GEA:

  • mesin 650 cc (Kancil cuma 400 cc) diimpor dari China
  • ramah lingkungan karena memakai BBG, walaupun bisa jadi juga memamkai BBM
  • GEA diklaim memiliki jarak tempuh 25 – 30 KM per liter
  • bandrol harga sekisaran 50 juta
  • kandungan nasional sebesar 80% untuk setiap unitnya
  • untuk saat ini belum memiliki interior yg memadai seperti AC, CD player, dll (sumber: detik.com)

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah nanti mobil GEA ini bisa menjadi sarana transportasi yang sufficient dan bukan hanya mengekspos embel-embel “proudly-presented-by-Indonesia”? Gw bicara soal marketing dan services. Apakah nanti GEA bisa bersaing dengan brand-brand citycar lainnya? Let’s say GEA sudah menang dari segi harga dan mencakup porsi pasar yang signifikan, apakah GEA mampu mempertahankan porsi tersebut? Ataukah nanti malah terlalu cepat puas dan mengabaikan faktor-faktor lain contohnya seperti after-sale service?

Dilihat dari desain dan expected performance-nya sepertinya mobil GEA diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Sekarang tanyakan pada diri masing-masing, jika kita adalah seorang dengan penghasilan menengah kebawah, mobil seperti apakah yang kita inginkan? Nah, kalo gw ini masuk dalam kategori middle-income tersebut, gw mau mobil gw itu memiliki karakteristik:

  1. Fungsional. Ini artinya gw mau paling tidak mobil tersebut bisa jalan dengan baik (tentunya… :lol: ), memiliki fasilitas standard, seperti AC dan tape-deck. Kapasitas 3-4 orang dan memiliki bagasi yang cukup untuk kebutuhan harian.
  2. Murah. Harga tetap jadi faktor krusial. Tapi ini tidak berarti standar keselamatan diturunkan (ga perlu standar keselamatan BMW ato Volvo). Dan juga harus memiliki garansi yang masuk akal.
  3. Mobilitas. Di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya kemampuan manuver mobil yg layaknya bajaj sangat penting (menurut gw sih). Dan satu lagi, gampang diparkir.
  4. Service. Gw mau adanya kemudahan akses kalau mau penambahan aksesoris ataupun sekedar service.

Sebelumnya kita punya mobil Kancil, yang tadinya diproyeksikan untuk menggantikan bajaj. Setelah kemudian baru disadari konsep ini bukan hanya tidak diterima dengan baik oleh pemkot, tapi bahkan juga tidak diterima dengan baik oleh masyarakat. Tanya kenapa? Berikut menurut gw kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam penjualan mobil Kancil:

  1. Too costly untuk segmen angkutan kota. Pemerintah kota kemungkinan tidak ingin mengucurkan dana banyak untuk proyek pilot yang belum teruji hasilnya. Apalagi buat yang punya bajaj, harga 50juta – 75juta bukan jumlah uang yang akan mereka pergunakan untuk bajaj.
  2. Negative brand image untuk masyarakat. Ini akan sedikit tricky. Bayangkan sebuah produk yang didesain eksklusif untuk pasar angkutan kota (ex: bajaj), pemerintah bilang buat bajaj, desainer bilang buat bajaj. Nah…sekrg apakah antusiasme masyarakat akan tinggi setelah akhirnya tahu bahwa mereka bisa mempergunakan product yang tadinya buat bajaj? Disamping spesifikasi mesin yang rendah yang membuat masyarakat berpikir 2x.

Sayang gw bukan orang marketing, jadi ga bisa terlalu panjang lebar menjabarkan soal marketing error yang seringkali terjadi dalam pemasaran di Indonesia. Tapi dari pengalaman membeli komputer, kamera, printer atau sekedar membeli baju, ada satu lagi yang PT. INKA beserta product GEA harus belajar.

It’s all about presentation.

Tampilan dan cara menyuguhkan tampilan tersebut adalah cara terbaik untuk menarik minat konsumen. Tidak peduli jika suatu produk itu ada sedikit kekurangan, asalkan ada kesan yg baik dari konsumen, paling tidak konsumen akan tertarik untuk melihat yang ke-2 kalinya. Dan bisa juga menarik investor yg melihat peluang besar dari produk tersebut. Gw ga begitu tahu produk MobNas GEA ini sudah sampai tahap mana, tapi gw tidak melihat satupun website yg memeiliki informasi yang jelas mengenai mobil ini. Semua informasi yang gw dapat sebagian besar dari detik.com atau beberapa blog yg juga me-refer ke detik.com. Bahkan website PT. INKA sendiri sudah tidak bisa diakses karna domain yg telah expired. Too bad.

Aside of all of that..

Perlu diacungi jempol buat inovasi yang coba digagaskan oleh industri nasional. Konsep mobil murah yang hemat energi dan ramah lingkungan? Core-competency yang diusung sudah sangat memadai untuk low-end car, cuma perlu mengikis pandangan skeptis masyarakat yang belum percaya dengan produk dalam negrinya sendiri. Semoga bukan hanya sekedar produk buih, yg melayang sebentar terus hilang pecah.


October 10, 2008 Posted Under: Technology   Read More

Only a light that matter

beberapa minggu yg lalu chatting sama si Lia, sohib poem-battle yang sudah lama menghilang. Begitu dapat MSN langsung dikasi puisi yg katanya harus dibalas. Sooppp…here we go

Only a light that matter

Sepatu kaca yang kau cari
Tapi sayang bukan waktu yang Dia beri
Estetika bukan untuk kau berlari
Memang hati, lalu statis dan peri

Put your lights on….

Bangkitkan angkara dan asah tajam
Urai kembali dan kembangkan cakram
Teriakkan “Dunia itu kejam”
Ridiculous
Apakah terus kau bentuk untuk kau hujam?

Put your lights on…

Bayanganmu selamanya akan lambat mengiring
Melangkah ke depan jarang berarti
Bersandar hilang tumpuan
Seperti-Nya bukan kita.

Put your lights on…

Sapa aku atau mereka
Ingin berdiri lalu terjatuh
Bersama derasnya peluh dan air mata
Bayanganku refleksi dalam keruh

Put your lights out, gentleman…so long

______________________________________________

Udah ada kali 4 tahunan ga poem-battle ma loe Lia. Si Ming2 mana ya?

October 8, 2008 Posted Under: Poem and Quote   Read More

Mo re-ngegoblog kok repot

Setiap kali gw ngulang ngeblog lagi, gw selalu aja lupa kalo pindah blog itu ribet. Mulai dari Import XML, trus pasang plugin dan cari theme. Ditambah beberapa pekerjaan ga perlu yg terpaksa diulang, gara-garanya data semua hasi experiment blog lama yg tahun lalu hilang entah kemana. Kayanya ga sengaja kehapus sewaktu ngerapiin hardisk. Siall. :evil:

Apakah kesialan cukup disana? Belum…gw jg harus menerima kenyataan hasil ngeblog 1 tahun terakhir di lazymode.com lenyap tak berbekas. Gara2nya gw lupa nge-backup data dan kebetulan hostingan gw expire. Hiks, coba aja waktu itu gw beli hostingan seklaigus 2 tahun. :-x

Jadi untuk sedikit pemberitahuan, postingan perdana blog ini akan dimulai setelah tanggal 8 October 2008. Semua postingan sebelum ini dapat ditemui di blog lama gw ( incubo.wordpress.com)

Stressss…..gw baru nyadar kalo semua link friends dan lain2 adanya di folder yg kehapus. Sialll….(banting laptop ahhhh..LOL).

…Loading…

….gerryology.com…

up and running..

October 8, 2008 Posted Under: Daily Life Crap   Read More